Pesan hangat untuk anak-anak. Setiap kali Bapak berdiri di depan kelas, melihat wajah-wajah kalian penuh harapan di hadapan Bapak, hati ini terasa hangat. Ada rasa syukur yang sulit Bapak ungkapkan dengan kata-kata. Bapak selalu percaya, Allah mempertemukan kita bukan tanpa alasan. Ada pelajaran, ada amanah, ada masa depan yang sedang pelan-pelan kita rajut bersama. Baca: https://www.literasitinta.com/seorang-anak-bertanya-pada-ibunya-tentang-arti-pahlawan/
Pertemuan di kelas kita tadi mungkin sederhana, tapi bagi Bapak itu sangat bermakna. Semoga kalian pun merasakannya walau sedikit saja rasa diterima, rasa dihargai, rasa bahwa kalian tidak sedang sendirian dalam perjalanan belajar ini. Namun jika hari ini masih ada yang belum nyaman, itu juga tidak apa-apa. Dalam hidup, kenyamanan membutuhkan waktu. Begitu pula hubungan baik antara guru dan murid. Kita bangun perlahan, dengan percaya dan saling menghormati.
Anak-anakku, ..
Sejak awal Bapak tidak pernah berniat untuk menjadikan, membentuk kalian orang yang sekadar tampak sukses di mata orang lain. Bapak tidak sedang mengajarkan bagaimana menjadi yang paling pandai, paling kaya, paling hebat, paling terkenal. Dunia sudah banyak mengajarkan itu. Yang Bapak inginkan jauh lebih lembut: Bapak ingin kalian tumbuh menjadi manusia yang realistis, yang bisa menapaki bumi dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.
Banyak orang berkata sukses adalah tujuan utama hidup. Tapi ingatlah…
sukses tanpa sikap bijaka hanya membuat seseorang kehilangan dirinya sendiri. Pintar itu baik, kaya itu tidak salah, terkenal itu bukan dosa. Tapi semua itu tidak ada artinya bila hati kita mudah runtuh hanya karena satu kegagalan, satu kekecewaan, atau satu komentar orang lain. Baca: https://khazanah.republika.co.id/berita/oci098374/tiga-wasiat-rasulullah-agar-hidup-selamat-dunia-akhirat
Bapak ingin kalian punya hati yang lapang, hati yang kuat menerima kenyataan, baik yang manis maupun yang pahit. Sebab hidup tidak selalu seperti cerita di sinetron atau film, di mana semua keinginan segera terkabul dan semua masalah berakhir indah. Hidup itu nyata: ada tawa, ada duka; ada kemenangan, ada kekalahan. Dan hanya mereka yang realistis yang mampu berdiri tegak di tengah semuanya.
Kita sering membayangkan pasangan ideal: yang rupawan, kaya, saleh atau salihah. Itu wajar, manusia punya impian. Tapi jangan lupa, yang paling indah bukanlah kesempurnaan, melainkan kecocokan dan kesetaraan dalam kebaikan. Lebih baik berjalan bersama seseorang yang sepadan lalu tumbuh bersama, daripada mengejar bayangan yang membuat kita lupa siapa diri kita sebenarnya.
Tadi di kelas kita berbincang. Ada yang mengangguk, ada yang berpikir, ada yang punya pandangan berbeda. Bapak bahagia melihat kalian berani berpikir dan merasa. Perbedaan pendapat bukan tanda jarak, justru itu tanda kita semua sedang belajar. Yang penting, kita selalu menjaga adab, menjaga hati, dan menjaga niat. Setelah kita menyampaikan dengan baik, tugas kita selesai. Sisanya biarlah Allah yang mengatur.
Pesan hangat untuk anak-anak. Bapak ingin kalian belajar seperti perjalanan Bapak Purbaya menkeu yang sedang Viral, Beliau ganteng, cerdas, semangat, banyak memberi manfaat. Beliau sedang memegang kendali Ekonomi Indonesia, beliau sedang menyelamatkan negeri ini. Lihatlah ketika di Mobil pun beliau menyempatkan diri TadarusQur’an. Meskipun gayannya agak suka cengengesan tapi itulah ciri khasnya. Semoga beliau sehat selalu dan amanah yaa…
Anak-anakku, di dunia ini jangan hanya mengejar gemerlap. Kejar ketenangan, kejar kebijaksanaan. Jadilah pribadi yang tidak cepat tersinggung, tidak mudah tinggi hati saat dipuji, dan tidak runtuh ketika diremehkan. Belajarlah mengenal diri, apa kelebihanmu, apa kekuranganmu. Jangan takut gagal, karena gagal adalah bagian dari bertumbuh. Yang perlu kalian takutkan adalah berhenti mencoba.
Pelan-pelan saja. Kita tidak sedang lomba. Setiap orang punya waktu masing-masing. Yang penting tetap melangkah, tetap jujur pada diri, tetap berdoa, tetap berusaha. Orang realistis selalu siap menghadapi kejadian yang tak terduga, karena ia sudah lebih dulu melatih hatinya. Ia tidak tenggelam dalam khayalan, tapi juga tidak membunuh harapan. Ia berjalan dengan iman, bukan dengan rasa panik.
Kelak, ketika kalian sudah dewasa, dan dunia mulai memberi ujian yang sesungguhnya, Bapak ingin kalian mengingat ini: ketenangan adalah bentuk kekayaan paling tinggi.
Pesan hangat untuk anak-anak. Jika kalian tumbuh menjadi pribadi yang baik, jujur, sabar, realistis, dan selalu mau memperbaiki diri, insyaAllah kesuksesan akan datang sendiri. Ia akan menghampiri kalian bukan sebagai beban, tapi sebagai anugerah.
Bapak bangga pada kalian, bukan karena kalian sudah sempurna, tapi karena kalian sedang belajar menjadi lebih baik. Itu sudah sangat mulia.
Mari terus berjalan bersama…
Dalam kebaikan, dalam kesabaran, dalam cinta ilmu, dan dalam ridha Allah.
Wahai anak-anakku tersayang…
Peluk hangat dari Bapak.
Salam belajar. Salam tumbuh. Salam literasi.