” Pemelajar yang melakukan fase pemikiran awal dengan baik, akan lebih tangguh ketika menghadapi kesulitan saat belajar serta mampu menyesuaikan strategi untuk tetap berusaha mencapai tujuan. (Marc Bloom)
Sebagai guru, apakah masih ingat tentang pengalaman belajar ketika menjadi murid. Lalu bagaimana dengan proses belajar saat ini untuk menjalankan tugas sebagai pendidik dengan baik. kita perlu senantiasa mengembangkan diri. Dalam upaya tersebut pendidik juga adalah seorang pemelajar (orang yang belajar). Ketika melakukan kegiatan belajar pemelajar tentunya mengharapkan hasil belajar yang optimal . Setiap orang memiliki regulasi seputar kondisi belajar guna mengembangkan kemandirian dalam belajar.
Lalu apa itu regulasi diri, pemelajar mandiri dan bagaimana pengaruhnya dalam kegiatan belajar?
Regulasi diri adalah pengaturan diri seseorang terhadap kemampuan berpikir, berperilaku emosi dan motivasi Melalui penggunaan strategi untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Pemelajar mandiri yaitu pemelajar yang memiliki regulasi diri dan memahami dirinya dengan baik. pembelajar Mandiri mampu mengatur dirinya dan menggunakan strategi untuk mencapai tujuan belajar atau mengembangkan diri yang ingin dicapai atau sudah ditetapkan. Dalam diri seorang pemelajar mandiri proses regulasi diri ketika belajar adalah siklus yang akan terus berlangsung.
Fase pemikiran awal merupakan proses regulasi diri sebelum melakukan kegiatan belajar. Fase ini meliputi:
- analisis tugas
- motivasi diri
Proses analisis tugas terdiri dari penetapan tujuan dan perencanaan strategi. Penetapan tujuan berupa penetapan hasil belajar yang ingin dicapai oleh seseorang, spesifik ,konkrit, practical. Perencanaan strategi berupa pemilihan cara strategi atau keterampilan yang cocok digunakan dan berguna untuk mencapai tujuan belajar.
Proses yang kedua adalah motivasi diri yang menekankan pada keyakinan yang sudah dimiliki pemelajar.Dari keyakinan ini pemelajar dapat memunculkan semangat dari mengelola motivasi selama proses belajar hingga menyelesaikan atau mencapai tujuan belajarnya. Dalam proses ini terdapat tiga keyakinan yaitu yang pertama efikasi diri yaitu keyakinan terhadap kemampuan diri untuk belajar atau menyelesaikan tugas. apabila pemelajar yakin terhadap kemampuannya untuk mengatasi tugas belajar tertentu maka motivasi dirinya akan lebih besar untuk mencapai tujuan belajar.
Keyakinan kedua adalah hasil yang diharapkan yaitu keyakinan terhadap kesuksesan tercapainya suatu tujuan belajar. Motivasi juga ada dipengaruhi oleh keyakinan pemelajar terhadap hasil yang akan diperoleh. Jika kita sudah pesimis dari awal maka motivasi pun akan cenderung rendah. Keyakinan ketiga orientasi tujuan yaitu keyakinan terhadap suatu tujuan belajar yang sudah ditetapkan apabila pembelajar yakin bahwa tujuan belajar yang ia miliki relevan dengan tujuan pribadi dan penting untuk pengembangan dirinya maka motivasinya akan meningkat.
Selain ketiga keyakinan di atas terdapat pula keyakinan ketertarikan intrinsik yaitu ketertarikan khusus pada suatu tugas dibandingkan tugas yang lain sehingga timbul motivasi untuk menyelesaikannya.
| Ilustrasi Memahami Fase Pemikiran Awal Regulasi Diri
Bu Dina sudah paham belum tentang konsep pembelajaran yang kontekstual dan bermakna? “ Tanya Pak Doni.” “lumayan Pak”, Sahut Bu Dina Saya baru mulai belajar nih Bu, rencananya saya akan mempraktikkan pembelajaran biologi yang kontekstual di kelas dua minggu lagi, jadi saya harus paham dulu konsepnya. Saya punya target belajar 2 jam perhari setiap hari Selasa, Kamis dan Jumat. Bu Dina ada saran tentang sumber belajarnya. “ Tanya Pak Doni.” Mungkin Bapak bisa mulai dari mempelajari praktik-praktik pengajar biologi yang kontekstual di internet. Sahut Bu Dina Baik Bu, selain mempelajari literatur dan membuat mind map tentang konsep pembelajaran kontekstual dan bermakna, saya juga berencana untuk mengikuti pelatihan Mandiri yang relevan di platform Merdeka mengajar. Ungkap Pak Doni.” “Oh ya, pak Budi yakin dalam waktu dua minggu sudah bisa memahami pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dalam biologi?” tanya Bu Dina “Yakin Bu, saya optimis dalam dua minggu sudah bisa memahami konsep pendekatan kontekstual.” Tukas Pak Doni.” “Saran saya kalau sudah paham konsepnya bisa langsung praktik, misalnya membuat modul ajar biologi berpendekatan kontekstual.” Sergah Bu Dina “Benar Bu saya pernah melihat modul ajar biologi berpendekatan kontekstual. Menurut saya itu sangat menarik karena peserta didik diajak untuk mengaitkan materi biologi dengan fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lagi pula belajar tentang pendekatan kontekstual bermanfaat untuk melatih kreativitas sebagai guru.” Jawab Pak Doni.” “Betul Pak kalau begitu selamat belajar.” Sahut Bu Dina |
Fase pemikiran awal, penting untuk dilakukan karena persiapan yang baik akan memberikan pengaruh positif terhadap proses belajar mandiri.
Thanks for ones marvelous posting! I quite enjoyed reading it,
you could be a great author.I will ensure that I bookmark your
blog and will often come back down the road. I want
to encourage continue your great job, have a nice evening!
Also visit my web page … Download Windows 11 Cracked