Teks Eksplanasi Sekolah Duptas
A. Pendahuluan
Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa hujan turun, mengapa terjadi gempa bumi, atau bagaimana proses pembuatan gula? Semua pertanyaan itu bisa dijawab lewat teks eksplanasi. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, teks ini membantu siswa memahami dan menjelaskan berbagai fenomena secara logis, runtut, dan faktual.
Memahami teks eksplanasi tidak hanya bermanfaat di kelas, tetapi juga di kehidupan sehari-hari. Siswa akan terlatih berpikir kritis, menghubungkan sebab-akibat, dan menyampaikan informasi dengan jelas. Bagi guru, teks eksplanasi menjadi media efektif untuk mengajarkan literasi berbasis sains, sosial, maupun budaya.
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses atau sebab-akibat terjadinya suatu fenomena, baik fenomena alam, sosial, budaya, maupun teknologi. Tujuannya adalah memberikan pemahaman logis dan faktual kepada pembaca atau pendengar. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-teks-eksplanasi/?srsltid=AfmBOop8X4v6MGSleQzG06uJljlH-dBw5QzaELrJXgU3wAmqt-wqw8UW
Contoh singkat:
“Ketika air laut menguap karena panas matahari, uap tersebut naik dan membentuk awan. Awan yang menumpuk akan menjadi hujan.”
B. Pengertian Teks Eksplanasi
Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu peristiwa atau fenomena terjadi. Fenomena ini bisa berupa gejala alam, sosial, budaya, atau teknologi. Berbeda dengan teks narasi yang menceritakan kejadian, teks eksplanasi fokus pada penjelasan sebab-akibat atau urutan proses. baca:https://www.literasitinta.com/kosakata-serapan-dalam-teks-rekon/
Contoh:
- Fenomena alam: proses terjadinya hujan.
- Fenomena sosial: penyebab kemacetan lalu lintas.
- Fenomena budaya: proses pembuatan batik.
C. Struktur Teks Eksplanasi
Adapun struktur teks eksplanasi ada tiga yaitu
- Pernyataan Umum
Pernyataan Umum merupakan bagian pembuka yang berisi gambaran umum atau pengantar mengenai fenomena yang akan dijelaskan. Fungsinya adalah emperkenalkan topik kepada pembaca dan memberi informasi awal tentang apa yang akan dibahas. Ciri Pernyataan Umum adalah Singkat, langsung ke inti topik, tidak memuat detail proses.
- Contoh:
Hujan adalah peristiwa jatuhnya butiran air dari atmosfer ke permukaan bumi, yang terjadi karena adanya siklus air.
- Deretan Penjelas
Deretan Penjelas merupakan agian utama yang memaparkan urutan proses atau hubungan sebab-akibat dari fenomena yang dibahas. Fungsi Deretan Penjelas adalah Memberikan penjelasan lengkap, runtut, dan logis tentang bagaimana atau mengapa fenomena terjadi. Ciri Deretan Penjelas:
-
- Terdiri dari beberapa paragraf atau langkah proses.
- Menggunakan konjungsi kausal (karena, sebab, sehingga, akibatnya).
- Mengandung istilah teknis sesuai topik.
- Contoh:
Air dari laut, sungai, dan danau dipanaskan oleh sinar matahari sehingga menguap. Uap air naik ke atmosfer dan didinginkan oleh suhu rendah. Uap air tersebut berubah menjadi titik-titik air yang berkumpul membentuk awan. Jika awan jenuh, butiran air jatuh ke bumi akibat gravitasi.
- Penutup / Interpretasi
- Penutup adalah bagian akhir yang merangkum atau memberi pandangan tentang fenomena yang telah dijelaskan. Fungsi penutup adalah memberi kesimpulan, menekankan pentingnya fenomena tersebut, atau memberi pesan kepada pembaca.
- Ciri Penutup di antaranya
- Singkat dan padat.
- Bisa berupa ringkasan proses atau refleksi penulis.
- Contoh: Proses turunnya hujan penting untuk menjaga keseimbangan alam. Tanpa hujan, kehidupan di bumi akan terganggu.
D. Ciri Kebahasaan Teks Eksplanasi
Ciri-ciri kebahasaan yang sering muncul pada teks eksplanasi:
- Konjungsi Kausal
Konjungsi Kausal merupakan kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab dan akibat dalam kalimat atau antar kalimat. Fungsi Konjungsi Kausal adalah Menghubungkan peristiwa atau proses agar hubungan logisnya jelas.
Contoh Konjungsi Kausal: karena, sebab, sehingga, akibatnya, oleh karena itu.
Contoh kalimat:
- Air laut menguap karena panas matahari.
- Awan menjadi jenuh sehingga hujan turun.
- Istilah Teknis
Istilah Teknis merupakan kata atau frasa khusus yang digunakan dalam bidang tertentu, sesuai topik yang dibahas. Fungsi Istilah Teknis adalah Memperjelas makna dan menunjukkan kedalaman pengetahuan tentang topik. Cirinya: Tidak umum digunakan di luar konteksnya, biasanya berasal dari istilah ilmiah atau profesional.
- Contoh pada teks eksplanasi cuaca: atmosfer, penguapan, kondensasi, presipitasi, gravitasi.
- Contoh kalimat:
- Proses kondensasi terjadi ketika uap air berubah menjadi titik-titik air.
- Kalimat Pasif
Kalimat Pasif merupakan kalimat yang subjeknya dikenai tindakan, bukan melakukan tindakan. Fungsi Kalimat Pasif adalah menekankan pada peristiwa atau objek yang dikenai tindakan, sering digunakan dalam teks eksplanasi untuk menjelaskan proses. Ciri Kalimat Pasif biasanya Menggunakan imbuhan di-, ter-, atau bentuk pasif lainnya.
- Contoh kalimat:
- Uap air diangkat ke atmosfer oleh angin panas.
- Titik-titik air dijatuhkan ke bumi oleh gravitasi.
- Faktual dan Logis
Faktual dan Logis merupakan Informasi yang disampaikan berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan dan penalaran yang masuk akal. Fungsi Faktual dan Logis Menjamin keakuratan dan kredibilitas penjelasan. Ciri Sifat Faktual dan Logis adalah Data, hasil pengamatan, atau teori ilmiah digunakan sebagai dasar penjelasan; penalaran mengikuti urutan proses yang benar.
Contoh kalimat:
-
- Hujan terjadi ketika awan mencapai titik jenuh dan suhu udara tidak mampu menahan uap air.
- Banjir di daerah itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan sistem drainase yang buruk.
Contoh Teks Eksplanasi
Proses Terjadinya Hujan

|
Hujan adalah peristiwa jatuhnya butiran air dari atmosfer ke permukaan bumi. Peristiwa ini terjadi karena adanya siklus air yang berlangsung terus-menerus di bumi. Dalam siklus ini, air dipindahkan dari permukaan bumi ke atmosfer, lalu dikembalikan lagi ke bumi melalui proses penguapan, pembentukan awan, dan turunnya hujan. |
Pernyataan Umum |
|
Air dari laut, sungai, dan danau dipanaskan oleh sinar matahari sehingga berubah menjadi uap air. Uap air tersebut diangkat ke atmosfer dan dididinginkan oleh suhu rendah di lapisan udara atas. Pendinginan ini terjadi sebab suhu di ketinggian lebih rendah daripada di permukaan bumi.Uap air yang telah mendingin dikondensasikan menjadi titik-titik air yang kemudian dikumpulkan hingga membentuk awan. Jika awan sudah jenuh sehingga tidak mampu menampung lebih banyak uap air, titik-titik air di dalamnya dijatuhkan ke permukaan bumi oleh gaya gravitasi. Butiran air yang jatuh ini dikenal sebagai hujan. Dalam suhu yang sangat rendah, butiran air dapat dibekukan dan dijadikan hujan es atau salju. |
Deretan Penjelas |
|
Proses turunnya hujan adalah bagian penting dari siklus air yang menjaga ketersediaan air bersih bagi makhluk hidup. Keseimbangan siklus air perlu dipertahankan agar kehidupan di bumi tetap terjaga. Oleh karena itu, lingkungan harus dilestarikan supaya proses ini dapat berlangsung secara alami. |
Penutup/Interpretasi |
Ciri Kebahasaan dalam Teks
- Konjungsi kausal
- karena: “… terjadi karena adanya siklus air…”
- sebab: “… terjadi sebab suhu di ketinggian lebih rendah…”
- sehingga: “… jenuh sehingga tidak mampu menampung…”
- akibatnya: (bisa ditambahkan jika perlu untuk menegaskan dampak, misalnya “Akibatnya, hujan turun di wilayah tersebut.”)
- Istilah teknis
- siklus air, atmosfer, penguapan, kondensasi, titik-titik air, gravitasi, hujan es, salju.
- Kalimat pasif (contoh dalam teks revisi)
- “Air dari laut, sungai, dan danau dipanaskan oleh sinar matahari.”
- “Uap air tersebut diangkat ke atmosfer.”
- “Uap air … dikondensasikan menjadi titik-titik air.”
- “Titik-titik air … dijatuhkan ke permukaan bumi.”
- “Keseimbangan siklus air perlu dipertahankan…”
- Bersifat faktual dan logis
- Semua penjelasan sesuai urutan proses yang benar dan berdasarkan fakta ilmiah tentang siklus air.
https://shorturl.fm/JEYnp
https://shorturl.fm/dbTYA
https://shorturl.fm/lPsYS
https://shorturl.fm/HjwXi
https://shorturl.fm/cMIGF